Alat-alat Pengukur Suhu 

1. Psycrometer

Nama Alat: Psycrometer Standar
Terdiri dari 4 buah thermometer:
Thermometer Bola Kering
Thermometer Bola Basar
Thermometer Maksimum
Thermometer Minimum
Fungsi Alat: Untuk mengukur suhu udara dan kelembaban udara dengan satuan derajat celciun serta persen
Cara Pengamatan:
Thermometer BK menunjukan suhu udara
Thermometer BB digunakan mencari kelembaban udara dengan bantuan Table.
Thermometer BB, bola air raksa harus selalu basah dengan menggunakan Kain muslin yang selalu basah oleh air murni
Thermometer maksimum digunakan untuk mencari suhu maksimum dalam sehari. Pembacaan jam 12.00 UTC atau jam 19.00 Wib
Thermometer minimum digunakan untuk mencari suhu minimum dalam sehari. Pembacaan jam 00.00 UTC atau jam 07.00 Wib

2. Sangkar Meteorologi

Nama Alat: Sangkar Meteorologi
Fungsi: Tempat meletakkan peralatan meteorologi (Psycrometer)
Cara Pengamatan:
Keterangan: Berventilasi, doubel jaruci mengalirkan udara masuk-keluar.
Kegunaan Sangkar Meteorologi:
Menahan tiupan angin kencang
Menghindari radiasi matahari
Menghindari tetesan air hujan
Menghindari penjalaran radiasi suhu lokal baik dari udara maupun dari tanah
Hal yang perlu diperhatikan:
Pintu sangkar menghadap utara selatan
Sangkar dicat putih agar memantulkan cahaya (WMO)

3. Termometer Tanah Gundul

Nama Alat: Thermometer Tanah Gundul
Fungsi: Pengukur Suhu tanah gundul
Satuan: Derajat Celcius
Keterangan: Kedalaman 0 cm,2 Cm, 5 Cm. 10 Cm, 20 Cm, 30 Cm,50 Cm, 100 cm.
Benda kuning pada thermometer 50 cm dan 100 cm adalah parapin yang berfungsi agar ketika alat tersebut dibaca maka suhu tidak berubah.
Data suhu tanah ini digunakan dalam kegiatan pemupukan tanah.

4. Termometer Tanah Berumput

Nama Alat: Thermometer Tanah Berumput
Fungsi: Pengukur Suhu tanah Berumput
Satuan: Derajat Celcius
Keterangan: Kedalaman 0 cm, 2 cm, 5 cm, 10 cm, 20 cm, 30 cm, 50 cm, 100 cm.
Benda kuning pada thermometer 50 cm dan 100 cm adalah parapin yang berfungsi agar ketika alat tersebut dibaca maka suhu tidak berubah.
Data suhu tanah ini digunakan dalam kegiatan pemupukan tanah.

5. Termometer Minimum Rumput

Nama Alat: Thermometer Minimum Rumput
Fungsi: Untuk mengukur suhu terendah/minimum rumput pada suatu periode pengamatan.
Cara Pengamatan:
Dilakukan pada pukul 07.00 WS.
Jika suhu turun, alkohol akan menyusut dan naik, permukaan alkohol akan naik sedangkan indeks tetap tertinggal menunjukkan skala terendah yg dicapai suhu udara.
Setelah dilakukan pengamatan/pembacaan skala, posisi indeks harus di kembalikan ke posisi suhu pada waktu itu.

Alat-alat Pengukur Curah Hujan

1. Penakar Hujan Observatorium

Nama Alat: Penakar Hujan (Observasi)
Fungsi: Pengukur Curah Hujan
Cara Pengamatan:
Buka gembok pada kran penakar hujan obs, letakkan gelas penakar di bawah corong/kran, kemudian buka kran pelan-pelan. Tunggu sampai air di bak penampung habis.
Baca jumlah air hujan yang tertampung di gelas ukur dan catat hasilnya.
Jika diperkirakan jumlah curah hujan melebihi 25 mm, sebelum airnya mencapai skala 25 mm tutup krannya, kemudian lakukan pembacaan dan catat hasilnya. Kemudian buang airnya dan lanjutkan pengukuran terhadap air yang masih tersisa di bak penakar hujan obs. Setelah selesai jumlahkan semua hasil pengukuran yang sudah dilakukan.
Pada waktu melakukan pembacaan letakkan gelas ukur pada bidang yang rata/datar untuk menghindari kesalahan pembacaan akibat kesalahan paralak.

2. Penakar Hujan Hellman

Nama Alat: Penakar Hujan Semi Otomatis (Hellman)
Fungsi: Pencatat Instensitas Curah hujan / tingkat kelebatannya
Cara Pengamatan:
Jika terjadi hujan air masuk ke corong.
Air mengalir ke tabung pelampung melalui selang dan mengangkat pelampung.
Pena yang terhubung ke pelampung merekam data ke kertas pias.
Kertas pias berputar seirama dengan gerakan clock drum.
Jika jumlah curah hujan yang tertampung mencapai 10 mm maka air tersebut tumpah melalui pipa hevel dan mereset pena keposisi nol.
Demikian proses ini terjadi berulang.

Alat-alat Pengukur Penguapan

1. Panci Penguapan Terbuka (Open Pan Evaporimeter)

Nama Alat: Panci Penguapan (Open Pan Evaporimeter)
Fungsi: Pengukur Penguapan air langsung dengan satuan milimeter (mm).
Cara Pengamatan:
Ukuran: Tinggi Alat 25,4 cm, diameter alat 120,7 cm.
Keterangan : Alat ini dilengkapi dengan :
Thermometer air Six Bellani (Thermometer Apung).
Cup Counter anemometer tinggi 0,5 meter
Alat pengukur tinggi permukaan air (Hook Gauge).
Pengukuran jumlah evaporasi dilaksanakan satu kali setiap hari pada jam 07.00 waktu setempat.

2. Hook Gauge dan Still Well

Nama Alat: Hook Gauge dan Still Well
Fungsi Hook Gauge: Alat untuk mengukur perubahan tinggi permukaan air dalam panci.
Still Well: Tempat diletakkannya hook gauge
Cara Pengamatan :
Hook Gauge :
Alat ini berupa batang berskala dan sebuah sekrup ulir yang berada pada batang tersebut yang digunakan untuk mengatur letak letak ujung jarum pada permukaan air di dalam panci.
Sekrup ulir ini berfungsi sebagai mikrometer dengan 50 bagian skala.
Satu putaran penuh mikrometer menunjukkan perubahan ujung jarum setinggi 1 mm.
Cara pengukuran Putar sekrup pengatur pada hook gauge pelan-pelan sampai ujung jarum tepat berada pada permukaan air.
Angkat hook gauge dan catat sekala yang ditunjukkan pada sekrup mikrometer.
Still Well : Bejana ini membuat air dalam bejana menjadi tenang dibandingkan dengan air pada panci, sehingga penyetelan ujung pancing dapat lebih mudah di lakukan

3. Termometer Apung

Nama Alat: Thermometer apung maksimum dan minimum
Fungsi: Mencatat suhu maksimum dan minimum air yang terjadi selama 24 jam.
Cara Pengamatan:
Suhu maksimum ditunjukkan oleh ujung kanan indeks dlam thermometer atas dan suhu minimum ditunjukkan oleh ujung kanan indeks dalam tabung bawah. Untuk menyetel kedudukna indeks kembali, setelah suhu dibaca di gunakan magnet batang.

4. Lysimeter

Nama Alat: Lysimeter
Fungsi: Untuk mengukur evapotranspirasi
Cara Pengamatan:
Sedot air perkolasi dan diukur
Jika sebelum pengamatan ada hujan lebih besar atau sama dengan 10 mm lysimeter tidak perlu disiram. Jika hujan 5-10 mm siram lysimeter dengan air 5 liter.
Jika tidak ada hujan, siram Lysimeter dengan air 10 Liter.
Hitung evapotranspirasi.

Alat-alat Pengukur Radiasi Matahari

1. Campbell Stokes

Nama Alat: Campbel Stokes
Fungsi: Mencatat lamanya penyinaran matahari
Cara Pengamatan:
Satuan: Jam/ Prosentase ( % )
Jenis pias 3 macam:
Pias Lengkung Panjang : 11 Oktober sampai dengan 28 Februari
Pias lurus: 11 September sampai dengan 10 Oktober dan 1 Maret sampai dengan 10 April
Pias Lengkung Pendek: 11 April sampai dengan 10 Agustus

Campbell Stokes terdiri dari bola gelas pejal dengan diameter 10 cm yang berfungsi sebagai lensa dan pias berisi skala waktu untuk jejak pembakaran. Prinsip kerja alat ukur lama penyinaran matahari ini cukup sederhana, saat sinar matahari mengenai bola gelas tersebut, sinar matahari akan difokuskan hingga mampu membakar pias yang ada di bawahnya.

Panjang jejak yang terbakar pada pias mengindikasikan lamanya penyinaran matahari yang sampai ke permukaan bumi. Satuan lama penyinaran matahari dalam jam dan dalam persen.

2. Gun Bellani

Gun Bellani digunakan untuk mengukur akumulasi harian intensitas gelombang pendek dari matahari dan atmosfer yang jatuh pada suatu permukaan bumi. Satuan pengukuran Gun Bellani adalah kalori/cm2/hari, atau kalori/cm2 /menit.

3. Actinograph Bimetal

Nama Alat: Actinograph Bimetal
Fungsi: Alat pengukur/pencatat secara automatis Intensitas Radiasi Matahari.
Cara Pengamatan:
Awal operasi dimulai pada pukul 06.00 waktu setempat (saat matahari belum belum besinar)
Buka cover atau penutup alat
Lepaskan drumclock dari shafnya
Pasang kertas pias, sisi pias tepat terhimpit di penjepit drumclock
Hidupkan system drumclock
Pasang drumclock kembali pada tempatnya
Putar drumclock agar ujung pena tepat jatuh pada jam dan hari awal pengukuran
Tutup kembali cover atau penutup
Setelah matahari terbenam selama 1,5jam, pias harus di ambil
Pada hari berikutnya, ulangi langkah 1 sampai dengan 9.

Actinograph merupakan alat ukur radiasi matahari otomatis, menghasilkan pengukuran radiasi gelombang pendek dari matahari dan atmosfer berupa grafik pada sebuah pias.  Prinsip kerja adalah pada saat radiasi mencapai sensor berupa bimetal, maka perubahan panas akan membengkokkan keping bimetal tersebut.

Gerak pembengkokan bimetal tersebut tersebut meninggalkan jejak pada pias yang telah dikonversi menjadi nilai radiasi pada pias Actinograph. Grafik yang dihasilkan oleh pias Actinograph masih merupakan nilai sesaat pada setiap waktu. Untuk mengkonversi menjadi intensitasi radiasi matahari diperlukan sebuah alat bantu yang disebut Planimeter. Hasil pembacaan dengan planimeter menghasilkan nilai intensitasi radiasi matahari dalam satuan cal/cm2 .

Alat-alat Pengukur Kecepatan dan Arah Angin

1. Anemometer

Nama Alat: Anemometer
Fungsi: Pencatat Arah dan Kecepatan Angin Sesaat
Cara Pengamatan:
Satuan: Arah Angin (8 mata angin)
Kecepatan Angin: Knots. (1 Knots = 1.8 Km/Jam)
Keterangan: Yang dimaksud arah angin yaitu Arah dari mana angin berhembus.

2. Cup Counter Anemometer

Nama Alat: Cup counter anemometer
Fungsi: Pengukur Kecepatan Angin Rata-rata harian
Cara Pengamatan: Prinsip kerja seperti gerakan Spedometer sepeda motor dalam satuan km/jam Kecepatan angin rata-rata harian selisih pembacaan angka dibagi 24 jam.

Alat-alat Pengukur Kualitas Udara

1. High Volume Air Sampler (HVAS)

Nama Alat: High Volume Air Sampler (HV. SAMPLER)
Fungsi: Pengukur partikel kecil padat aerosol di udara (debu, carbon dll)
Cara Pengamatan:
Satuan: Mikrogram/m3
Keterangan: Pias harian, atau Mingguan
Sensor Suhu terbuat dari logam, bila udara panas logam memuai dan menggerakan pena keatas, bila udara dingin mengkerut gerakan pena turun
Sensor Kelembapan udara terbuat dari rambut manusia, bila udara basah
Rambut memanjang dan bila udara kering rambut memendek.